Selasa, 7 September 2010

SIMULASI

Anda dapat menghitung sendiri benefit, premi, dan uang asuransi untuk produk-produk kami.

CARI AGEN

Anda dapat mencari agen jiwasraya terdekat berdasarkan lokasi



Testimonial

PT. Pupuk Kujang : Memberikan perlindungan SDM dengan Jiwasraya

Jum'at, 27 Maret 2009 | By: Iswardi

PT. Pupuk Kujang didirikan pada tanggal 9 Juni 1975 dengan dana pinjaman dari Pemerintah Iran sebesar US$ 200 Juta, yang telah dilunasi pada tahun 1989, serta Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Indonesia sebesar US$ 60 juta.
Pembangunan pabrik Pupuk Kujang pertama yang kemudian diberi nama Pabrik Kujang 1A dengan kapasitas produksi 570.000 ton/tahun urea dan 330.000 ton/tahun amonia dilaksanakan oleh kontraktor utama Kellogg Overseas Corporation (USA) dan Toyo Engineering Corporation (Japan). Pembangunan Pabrik Kujang 1A ini berhasil dibangun selama 33 bulan dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 12 Desember 1978.
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1997 dan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pupuk Kujang tanggal 25 Juli 1997, PT Pupuk Kujang menjadi anak perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). Kemudian untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea di Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional, dibangunlah Pabrik Kujang 1B dengan teknologi ACES 21 yang hemat energi dan ramah lingkungan.Saat ini, perusahaan yang memiliki Kantor Pusat di Jalan Jendral A. Yani No. 39 Cikampek 41373 Jawa Barat, menargetkan memproduksi 990.000 ton urea yang dihasilkan oleh 2 (dua) pabrik yang dimilikinya dan memproduksi 615.743 ton ammonia yang kesemuanya diharapkan berstandar nasional Indonesia (SNI).Dalam mendukung proses produksinya, PT Pupuk Kujang memiliki Sumber Daya Manusia handal yang merupakan aset strategis perusahaan, oleh karena itu pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) mulai dari awal bekerja hingga purna tugas merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian penting bagi kelangsungan bisnis perusahaan.
Pupuk Kujang sampai dengan akhir tahun 2008 telah memiliki karyawan sebanyak 1.168 orang atau bertambah 109 orang dibandingkan dengan akhir tahun 2007 sebanyak 1.059 orang. Penambahan tersebut disebabkan adanya penerimaan karyawan sebagai pengganti yang akan memasuki usia pensiun, dan kebutuhan berkembangnya organisasi.
Adapun untuk memberikan perlindungan kepada SDM nya tersebut baik saat masih aktif maupun telah memasuki usia pensiun, PT. Pupuk Kujang telah menyiapkan berbagai program. Program-program tersebut diantaranya Asuransi Kematian, Tunjangan Hari Tua (THT), Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Kesehatan baik untuk Pensiunan maupun Karyawan Aktif dan Jaminan Hari Tua (JHT). Sedangkan pengelolaan program-program tersebut salah satunya yang dikelola oleh Jiwasraya adalah Program Kesehatan Pensiunan (Prokespen). Kerjasama pengelolaan Program tersebut ditandatangani ditahun 2000. ditahun 2002 kerjasama antara PT. Pupuk Kujang dengan Jiwasraya ditingkatkan lagi dengan mengikutsertakan karyawan aktifnya dalam Prokespen yang manfaatnya akan diterima bila karyawan aktif tersebut memasuki usia pensiun. Kemudian ditahun 2007, kembali PT. Pupuk Kujang dengan Jiwasraya meningkatkan kerjasamanya untuk Program Asuransi Kematian.Yang menjalani alasan mengapa PT. Pupuk Kujang memilih Jiwasraya untuk menjadi mitra dalam mengelola Prokespen adalah bahwa Jiwasraya memang secara kompetitif memenangi persaingan didalam tender. Disamping itu, sebagai perusahaan asuransi milik pemerintah, Jiwasraya memiliki kemampuan dalam memenuhi kewajibannya terhadap peserta program kesehatan pensiunan tersebut. Selain daripada itu juga pelayanan yang diberikan Jiwasraya kepada peserta program didalam pengajuan klaim sangatlah memuaskan sehingga semakin memberikan kepercayaan PT. Pupuk Kujang untuk meningkatkan kerjasamanya lagi.Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Jiwasraya, sebagai sebuah perusahaan asuransi jiwa milik pemerintah tentunya merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi Jiwasraya akan tetapi image yang ada terhadap perusahaan milik pemerintah seperti tidak professional, terlalu birokrasi, pelayanan yang tidak maksimal dan sebagainya harus dapat dihilangkan oleh Jiwasraya, sehingga kedepannya nanti dapat menarik minat perusahaan lain dalam mengelola program asuransi baik kesehatan maupun kematian kepada Jiwasraya. 


Sumber : Jiwasraya Magazine, April 2009


Back to Index

Halaman ini ditampilkan dalam waktu 0.013907 detik.