Senin, 4 Januari 2010 | By: SPA
Jakarta, Berdirinya Jiwasraya berangkat dari tujuan mulia untuk memberikan pemahaman, serta mendidik dan menyadarkan masyarakat tentang arti penting perencanaan masa depan yang baik. 31 desembaer 1859 Jiwasraya didirikan dengan nama NV Neiderlandsch Indesche Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (NILLMIJ) van 1859, artinya ” Perusahaan Asruansi Jiwa dan Jaminan Hari Tua Hindia Belanda” Oleh Pemuka Masyarakat Belnda di Batavia. Seiring dengan nasionalisasi perusahan-perusahan milik Belanda oleh Pemerintah Indonesia, pada 17 Desember 1960 NILLMIJ diambil alih oleh Pemerintahan Republik Indonesia dan diubah namanya menjadi PN Pertanggung Djiwa Sedjahtera. Perkembangan situasi pada saat itu turut memberikan kontribusi bagi perubahan Pertanggung Djiwa Sedjahtera yang pada 1 Januari 1966 dileburkan dengan Perusahaan Negara Asuransi Djiwasraja berdasarkan PP Nomor 40 Tahun 1965. Setelah melewati beberapa peleburan dan perubahan nama pada tanggal 23 Maret 1973 Perusahaan Negara Asuransi Djiwasraja berubah status menjadi Perusahaan Perserooan (Persero) Asuransi Jiwasraya. Layak Pepatah tak lekang terkena panas, tak lapuk terkena hujan, setelah 1,5 abad Jiwasraya masih tegar berdiri memepertahankan eksistensinya. Perseroan juga semakin membuktikan komitmennya mempersembahkan pelayanan yang berorientasi kepada optimalisasi kepuasan para pemegang polis sebagai mitra kejayaannya. Kini, Perseroan melayani sekitar 3-4 juta pemegang polis baik individu maupun grup, dengan dukungan 1.100 orang karyawan, 17 Regional Office, 71 Branch Office,dan 388 Area Office. ”Semoga Jiwasraya dapat terus berkiprah dan meningkatkan prestasinya dalam industri, dapat memenuhi harapan pemegang saham dan para pemangku kepentingan, serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan minat masyarakat akan pentingnya asuransi dalam segala aspek kehidupan mereka”, tutur Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim. Jiwasraya berupaya mengikuti perkembangan jaman, menyesuaikan diri terhadap perkembangan jaman di segala aspek, baik religi, sosial budaya, ekonomi, dan politik, sehingga selalu termotivasi membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. ”Selain itu kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan seperti halnya perbankan dan jasa keuangan lainnya dalam memasarkan produk Jiwasraya serta terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kami”, imbuh Hendrisman. Jiwasraya mengusung prosuk unggulan JS Saving Plan. Produk ini dijual dengan dua varian, yaitu JS Saving Plan dan JS Saving Plan A dengan besaran minimum premi yang dibayarkan dan tingkat hasil investasi yang berbeda. Pada produk JS Saving Plan premi minimun sebesar Rp. 50 juta dengan tingkat bunga menarik. Sementara produk group unggulan Jiwasraya adalah produk Tunjangan Hari Tua, Simpanan Hari tua, dan Asuransi Purna Jabatan. Pada prinsipnya untuk produk grup bisa secara tailor made artinya dibuat khusus seusai keingian, kebutuhan dan kemampuan nasabah. Hendrisman mengatakan pihaknya selalu berusaha untuk memenuhi keinginan masyarakat akan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka masing-masing, baik kelas menengah maupun kelas premium. Ini terbutkti adanya produk terbaru JS Saving Plan dan prosuk sebelumnya yaitu prosuk asuransi jiwa unit link, dengan nama prodk JS Linked Fixed 93, JS Linked Fixed 95, JS Linked Fixed Income Fund, JS Linked Balance Fund, dan JS Linked Equity Fund. Tiga Produk terakhir diluncurkan pada 2008. Kemampuan membuat produk sesuai selera pasar, kualiatas pelayanan yang prima, mengoptimalkan jaringan distribusi dan menetapkan teknologi informasi menjadi modal utama Jiwasraya menghadapi persaingan di industri asuransi jiwa, termasuk gempuran joint venture. Jiwasraya bangga dengan kokoh melintas jaman, melayani kebutuhan asuransi jiwa masyarakat Indonesi dari generasi ke generasi.
Sumber : Bisnis Indonesia, 4 Januari 20