Insurance News

JIWASRAYA SONGSONG IPO - TOTAL PEROLEHAN PREMI DITARGETKAN TUMBUH 46%

20 June 2013 | By: Anggi Oktarinda

         Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim mengatakan perusahaan-perusahaan BUMN saat ini harus mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke daftar BUMN yang akan dilepas kepasar  melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Jiwasraya kini mengambil ancang-ancang untuk hal tersebut.

        “Memang itu (IPO) masih berupa rencana jangka panjang. Tapi kemungkinan kearah sana ada. Makanya kami mulai bebenah diri dengan manajemen risiko dan good corporate governance,” ujarnya kepada Bisnis, Senin 25/6.

         Dia menyebutkan pihaknya dapat melakukan lompatan-lompatan bisnis setelah menerapkan manajemen risiko dan GCG. “Ke depan, kami akan terus mempertahankan pertumbuhan tersebut”.

          Pada tahun ini, pihaknya menargetkan total perolehan premi sebesar Rp6,9 triliun. Premi tersebut mengalami pertumbuhan 46% dibandingkan dengan premi tahun lalu sebesar Rp4,7 triliun.

          Sepanjang triwulan I tahun ini, menurut Hendrisman, perseroan telah membukukan perolehan pemi bruto sebesar Rp2,4 triliun, naik 38% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

          Cukup Tinggi

Dengan demikian, lanjutnya ada tambahan premi Rp4,5 triliun yang harus diperoleh selama tiga triwulan terakhir tahun ini untuk menggenapkan target perolehan premi sepanjang tahun.

           “Perolehan premi di triwulan I tumbuh cukup tinggi. Tapi memang masih jauh dari target sepanjang tahun. Jadi masih banyak yang harus dicapai pada triwulan I, II dan III. Tetapi kami optimistis bisa mencapai target. Biasanya bisnis semakin naik menjelang akhir tahun,” katanya.

           Hendrisman menuturkan pertumbuhan bisnis pada triwulan I antara lain disebabkan penambahan jumlah agen dan masuknya bisnis baru dari sejumlah BUMN.

           Sepanjang triwulan I tahun ini, lanjutnya, telah ada penambahan sebanyak 1.800 agen dari 2.000 agen pada akhir tahun lalu menjadi 3.800 agen. Penambahan agen tersebut turut berkontribusi terhadap perkembangan bisnis ritel.

           Dia menambahkan kerjasama bisnis baru dengan enam perusahaan BUMN turut mendorong perolehan bisnis perseroan dari sisi segmen bisnis korporasi.

          “Setelah mulai pendekatan dengan BUMN-BUMN, mulai ada perbaikan. Ada 10.000 peserta (peserta asuransi Jiwasraya) baru yang yang dibawa oleh enam BUMN ini. Ini berkontribusi ke perkembangan bisnis korporasi,”katanya.

          Dia menyebutkan komposisi bisnis ritel saat ini mencapai 54% dan segmen korporasi mencapai 46%. Dalam beberapa tahun ke depan, ujarnya, perseroan akan membalikkan komposisi menjadi 30% ritel dan 70% korporasi. Pada tahun ini pihaknya akan menggeser komposisi tersebut menjadi 40%:60%.

         “Sejak awal berdiri pada 153 tahun lalu, Jiwasraya besar di asuransi kumpulan. Tetapi kemudian memang sempat menurun, terutama sejak masuknya sejumlah pemain di pasar. Sekarang kami sedang mengembalikan lagi ini. Untuk tahap awal, kami akan bersinergi dengan grup-grup BUMN,”katanya.

         Saat ini, ujarnya, jumlah peserta asuransi Jiwasraya mencapai 3 juta jiwa. Perseroan menargetkan 4 juta peserta pada tahun ini dan 5 juta peserta pada 2014.


Sumber : Bisnis Indonesia, 26 Juni 2012


Back to Index

20 June 2013
Insert News Content in English Here...
20 June 2013
Insert News Content in English Here...
20 June 2013
Insert News Content in English Here...
The Page Loaded in 0.006827 second.