Berita Asuransi

Jiwasraya akan Luncurkan 7 Produk Baru

Senin, 9 Juli 2012 | By: gtr

Ketujuh produk yang akan diluncurkan pada semester kedua tersebut berupa lima produk tradisional dan dua produk unit linked. “Semester kedua ini kami optimistis bisa mencapai target  dengan peluncuran produk baru,” jelas Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo di Jakarta, baru-baru ini. Hary mengungkapkan, produk baru tersebut sangat fleksibel. Nasabah bisa bertransaksi secara in dan out setelah enam bulan masa keikutsertaan. Penarikan tunai atau penyetoran bisa dilakukan melalui ATM. “Produk baru ini mirip seperti tabungan karena bisa ditarik melalui ATM setelah enam bulan” jelas Hary. Produk baru tersebut akan diluncurkan karena melihat tren penurunan suku bunga deposito. Nasabah-nasabah perbankan yang selama ini berinvestasi di bank, khususnya deposito, banyak yang berpindah dan mencari instrument investasi baru. Hary berharap produk baru tersebut bisa menjadi alternative bagi nasabah bank. Untuk memasarkan produk, perseroan akan menetapkan distribusi pemasaran bancassuranceDengan empat bank, salah satunya bank BUMN. Nilai kerjasama tersebut sebesar RP2 triliun.  Selain itu, perseroan akan menambah jumlah agen hingga 5.000 orang dari saat ini tercatat sebanyak 4.300 agen. Kinerja Semester I.Sampai Semester I-2012, pendapatan premi Jiwasraya sebesar Rp2,2 triliun. Nilai tersebut masih dibawah target satu semester yang ditetapkan sebesar Rp3 triliun. “Pencapaian premi pada Semester I ini di bawah target yang seharusnya yakni Rp3 triliun,” ujar dia. Menurut Hary, target premi semester I-2012 itu tidak tercapai karena banyak nasabah ritel yang selama ini menggunakan produk guaranteed fund perseroan berpindah ke perusahaan lain. Penurunan suku bunga menyebabkan produk bergaransi tetap ini memiliki tingkat bunga (rate) yang lebih rendah dair harapan nasabah. “ternyata, dari sisi produk, banyak pesaing yang sudah menawarkan suku bunga yang lebih tinggi, sehingga nasabah ritel kami banyak yang lari,”tutur Hary. Persroan tetap optimistis, bisa mencapai target premi Rp6,9 triliun pada akhir 2012. Perseroan terus berinovasi produk dengan dan memperluas jaringan distribusi. Terkait rencana penambahan jumlah agen dan inovasi produk, menurut dia, hal itu akan terkendala tanpa dukungan permodalan. Hary mengungkakan, per Desember 2011, modal sendiri alias ekuitas Jiwasraya mencapai Rp1,1 triliun. Sementara itu, aset mencapai Rp8,03 triliun. Sedangkan untuk modal inti, hingga Desember 2011 sebesar Rp245 miliar. Hary mengungkapkan, jumlah tersebut sudah memenuhi aturan  permodalan yang dicanangkan Bapepam-LK sebesar Rp100 miliar pada 2014. Seharusnya, dengan kekuatan tersebut, perseroan bisa membantu perusahaan lain yang sedang di ujung tanduk. Namun, Hary mengungkapkan, perseroan masih harus memperbaiki kondisi internal sebelum melakukan aksi anorganik. Selain itu, keputusan akuisisi dan aksi anorganik lainnya harus berbalik pada keputusan Negara selaku pemegang saham Jiwasraya. 


Sumber : Investor Daily, Senin 9 Juli 2


Back to Index

Tak Pernah Berhenti Berinovasi
Jum'at, 17 Mei 2013
Setel ah meluncurkan produk baru pada akhir tahun lalu, akhir Mei ini Jiwasraya kembali
Jiwasraya Bentuk Perusahaan Pengelola Aset
Senin, 13 Mei 2013
JAKARTA – PT. Asuransi
Jiwasraya Siapkan Dana Akuisisi Manajer Investasi
Kamis, 25 April 2013
JAKAR TA-PT Asuransi Jiwasraya (Persero), perusahaan asuransi jiwa skala besar
Halaman ini ditampilkan dalam waktu 0.006739 detik.